Anak
Indonesia terjebak ‘mental block’ ! agaknya ini cukup jadi jawaban kenapa sih
generasi emas Indonesia sekarang tertutup dalam pemikiran, tidak bebas dalam
berkarya dan berfikir, takut berbuat banyak hal, bahkan untuk ngomong pun gak
berani. Mental manusia sangat harus dan peka, jadi ketika kita mengalami hal
yang traumatic, akan membekas dalam ingatan kita, dan bepengaruh terhadap
output atau tindakan kita.
Setiap
hal yang terjadi memiliki 2 sisi mata uang, ada energy positif dan negative
yang bisa kita ambil. Tergantung “cara pandang” orang tersebut. Negative
energy, ini yang paling ditakutkan menggerogoti mental kita. Tapi bagaimana
cara kamu untuk arahkan diri untuk memilih yang mana. Pernah gak sih kamu
ngalamin krisis kepercayaan diri? Atau yang dulunya kamu pede, bahagia,
cerewet, sekarang berubah jadi manusia pesimis? Takut ngomong depan banyak
orang, keringat dingin, spot jantung, fix! Sepertinya kamu mengalami
“mental block”. Terus, bisa gak kepercayaan dirimu kembali lagi seperti dulu?
Mau tau gimana caranya? Yuk kita diskusi! J
Setiap
manusia, pasti pernah ngalamin kejadian yang tidak mengenakkan dalam hidupnya.
Trauma mendalam, ya begitulah sebutannya. Sapotase mental ini umumnya terjadi
pada orang-orang yang tidak siap menerima gonjangan dalam perjalanan hidupnya.
Padahal kan, hidup kita gak selamanya mulus-mulus saja. Ada senangnya, ada
sedihnya, malu-maluin juga gak jarang terjadi.
Katanya
kompasiana.com,
mental block berasal dari 2 kata yaitu MENTAL dan BLOCK. Artinya, penekanan
atau pengekangan terhadap memori dan mental seseorang, yang mengakibatkan
hambatan kinerja psikologis yang menghalangi untuk meraih apa yang
dicita-citakan. Terjadinya blockade terhadap mental ini dikarenakan pernahnya
seseorang mengalami peristiwa traumatic, menghasilkan perasaan dan pikiran yang
tidak menyenangkan. Karena kejadian ini, alam bawah sadar manusia selalu reflex
untuk melakukan perlindungan agar tidak terjadi hal yang sama lagi.
Yang
awalnya psikologi kita berniat untuk “berhati-hati” dalam melakukan
tindakan, pada akhirnya malah membuat seseorang sangat takut untuk melakukan
banyak hal, jadi tertutup, ketidakmerdekaan dalam berfikir, dan takut salah
dalam bertindak. Tentu ini menghambat kita apalagi sebagai anak muda untuk
mengembangkan potensi kita.
Terus
bagaimana sih solusinya untuk mengembalikan kepercayaan diri kita?
Solusi mental
block yang jelas jadilah pribadi yang NON BLOCK!
1.
Always positif thinking
Setiap kejadian dalam hidup kita pasti selalu ada hikmah yang bisa
dipetik. Allah sudah tegaskan dalam firmannya: “…boleh jadi kamu membenci
sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, Padahal ia amat buruk bagim, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui
(QS. Al-Baqarah : 216).
Kemampuan manusia untuk menganalisa setiap apa yang terjadi
dikehidupan ini sangat terbatas. Seringkali tidak sadar bahwa ini loh yang baik
untuk kita, bukan itu! Atau, hey! Biarpun dari sisi luar itu terlihat bagus,
belum tentu itu baik buat kita! Allah sesuai persepsi hambanya. Lagi-lagi satu
hal yang harus kita kuasai, positif positif dan positif! Kalau kita ngandalin
logika untuk berTuhan, kita gak akan sanggup.
2.
Maafkan dirimu
Setiap manusia always ever make mistakes, gak ada manusia
yang suci terlepas dari dosa. Tapi bukannya Allah saja Maha Pemaaf dan pemberi
Rahmat yang berlimpah-ruah. Allah yang pencipta langit dan bumi ini saja memaafkan
kita, masa kita yang punya badan sendiri gak maafin? Allah tau kamu sedang berusaha
dan belajar.
Tugas kita sebagai manusia untuk selalu menyadari jika berbuat
salah, lalu bertobat, dan belajar dari kesalahan. Jack Ma pernah bilang, selagi
muda jangan takut salah mencoba, jangan takut gagal, selagi muda habiskan jatah
gagalmu! Kamu sedang sekolah kehidupan. Inilah sebenar-benarnya sekolah.
Suatu ketika guru saya pernah berkata, untuk jadi pisau yang tajam dan
memiliki nilai guna yang tinggi, pisau itu harus di bakar terlebih dahulu, dibanting-banting,
dipukul-pukul, kemudian dibakar lagi. Begitu seterusnya. Hingga menjadi nilai yang
bermanfaat. Begitu juga kita, kehidupan mengajarkan untuk tidak mudah jatuh, tidak
mudah sakit, tahan banting. Percayalah, akan ada pelangi setelah ada hujan dan petir.
3.
Jangan mudah baper! Bodo amat apa kata orang!
Jadi orang yang bodo amat di era edan ini sangat penting. Kadang kita
perlu menjadi seseorang yang tuli dan buta dalam menghadapi perkataan orang lain.
Bayangkan, jika semua perkataan orang kita fikirkan, pasti kita akan stress dan
meninggal.
Anggap kritik sebagai kripik! Yakinlah bahwa setiap manusia diciptakan
dengan keistimewaannya masing-masing. Setiap manusia adalah pemenang, bahkan baru
menjadi calon manusia pun kita sudah pemenang, mampu mengalahkan berjuta calon insan
dirahim ibu kita. Pasti kamu punya kelebihan yang orang lain gak punya. Tugasmu
cuma harus berkarya! Buktikan pada mereka kamu bisa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar