Sabtu, 04 Juli 2020

BLOCK "Mental Block!"


Anak Indonesia terjebak ‘mental block’ ! agaknya ini cukup jadi jawaban kenapa sih generasi emas Indonesia sekarang tertutup dalam pemikiran, tidak bebas dalam berkarya dan berfikir, takut berbuat banyak hal, bahkan untuk ngomong pun gak berani. Mental manusia sangat harus dan peka, jadi ketika kita mengalami hal yang traumatic, akan membekas dalam ingatan kita, dan bepengaruh terhadap output atau tindakan kita.
Setiap hal yang terjadi memiliki 2 sisi mata uang, ada energy positif dan negative yang bisa kita ambil. Tergantung “cara pandang” orang tersebut. Negative energy, ini yang paling ditakutkan menggerogoti mental kita. Tapi bagaimana cara kamu untuk arahkan diri untuk memilih yang mana. Pernah gak sih kamu ngalamin krisis kepercayaan diri? Atau yang dulunya kamu pede, bahagia, cerewet, sekarang berubah jadi manusia pesimis? Takut ngomong depan banyak orang, keringat dingin, spot jantung, fix! Sepertinya kamu mengalami “mental block”. Terus, bisa gak kepercayaan dirimu kembali lagi seperti dulu? Mau tau gimana caranya? Yuk kita diskusi! J
Setiap manusia, pasti pernah ngalamin kejadian yang tidak mengenakkan dalam hidupnya. Trauma mendalam, ya begitulah sebutannya. Sapotase mental ini umumnya terjadi pada orang-orang yang tidak siap menerima gonjangan dalam perjalanan hidupnya. Padahal kan, hidup kita gak selamanya mulus-mulus saja. Ada senangnya, ada sedihnya, malu-maluin juga gak jarang terjadi.
Katanya kompasiana.com, mental block berasal dari 2 kata yaitu MENTAL dan BLOCK. Artinya, penekanan atau pengekangan terhadap memori dan mental seseorang, yang mengakibatkan hambatan kinerja psikologis yang menghalangi untuk meraih apa yang dicita-citakan. Terjadinya blockade terhadap mental ini dikarenakan pernahnya seseorang mengalami peristiwa traumatic, menghasilkan perasaan dan pikiran yang tidak menyenangkan. Karena kejadian ini, alam bawah sadar manusia selalu reflex untuk melakukan perlindungan agar tidak terjadi hal yang sama lagi.
Yang awalnya psikologi kita berniat untuk “berhati-hati” dalam melakukan tindakan, pada akhirnya malah membuat seseorang sangat takut untuk melakukan banyak hal, jadi tertutup, ketidakmerdekaan dalam berfikir, dan takut salah dalam bertindak. Tentu ini menghambat kita apalagi sebagai anak muda untuk mengembangkan potensi kita.
Terus bagaimana sih solusinya untuk mengembalikan kepercayaan diri kita?
Solusi mental block yang jelas jadilah pribadi yang NON BLOCK!
1.      Always positif thinking
Setiap kejadian dalam hidup kita pasti selalu ada hikmah yang bisa dipetik. Allah sudah tegaskan dalam firmannya: “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia amat buruk bagim,  Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah : 216).
Kemampuan manusia untuk menganalisa setiap apa yang terjadi dikehidupan ini sangat terbatas. Seringkali tidak sadar bahwa ini loh yang baik untuk kita, bukan itu! Atau, hey! Biarpun dari sisi luar itu terlihat bagus, belum tentu itu baik buat kita! Allah sesuai persepsi hambanya. Lagi-lagi satu hal yang harus kita kuasai, positif positif dan positif! Kalau kita ngandalin logika untuk berTuhan, kita gak akan sanggup.
2.      Maafkan dirimu
Setiap manusia always ever make mistakes, gak ada manusia yang suci terlepas dari dosa. Tapi bukannya Allah saja Maha Pemaaf dan pemberi Rahmat yang berlimpah-ruah. Allah yang pencipta langit dan bumi ini saja memaafkan kita, masa kita yang punya badan sendiri gak maafin? Allah tau kamu sedang berusaha dan belajar.
Tugas kita sebagai manusia untuk selalu menyadari jika berbuat salah, lalu bertobat, dan belajar dari kesalahan. Jack Ma pernah bilang, selagi muda jangan takut salah mencoba, jangan takut gagal, selagi muda habiskan jatah gagalmu! Kamu sedang sekolah kehidupan. Inilah sebenar-benarnya sekolah.
Suatu ketika guru saya pernah berkata, untuk jadi pisau yang tajam dan memiliki nilai guna yang tinggi, pisau itu harus di bakar terlebih dahulu, dibanting-banting, dipukul-pukul, kemudian dibakar lagi. Begitu seterusnya. Hingga menjadi nilai yang bermanfaat. Begitu juga kita, kehidupan mengajarkan untuk tidak mudah jatuh, tidak mudah sakit, tahan banting. Percayalah, akan ada pelangi setelah ada hujan dan petir.
3.      Jangan mudah baper! Bodo amat apa kata orang!
Jadi orang yang bodo amat di era edan ini sangat penting. Kadang kita perlu menjadi seseorang yang tuli dan buta dalam menghadapi perkataan orang lain. Bayangkan, jika semua perkataan orang kita fikirkan, pasti kita akan stress dan meninggal.
Anggap kritik sebagai kripik! Yakinlah bahwa setiap manusia diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. Setiap manusia adalah pemenang, bahkan baru menjadi calon manusia pun kita sudah pemenang, mampu mengalahkan berjuta calon insan dirahim ibu kita. Pasti kamu punya kelebihan yang orang lain gak punya. Tugasmu cuma harus berkarya! Buktikan pada mereka kamu bisa!

BLOCK Mental Block kita. jangan biarkan ketakutan membatasi kita untuk berkarya.!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOCK "Mental Block!"

Anak Indonesia terjebak ‘mental block’ ! agaknya ini cukup jadi jawaban kenapa sih generasi emas Indonesia sekarang tertutup dalam pemikir...